Kamis, 06 Agustus 2009

SHOF sholat

MELURUSKAN & MERAPATKAN SHOF

DALAM SHOLAT BERJAMA’AH

Saudaraku yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum. Dalam acara fiqhi ringkas kali ini kita akan mempelajari bersama mengenai Meluruskan dan merapatkan shof dalam sholat berjama’ah.

Saudaraku yang budiman. Di antara syari'at yang diajarkan Rosululloh صلى الله عليه وسلم kepada umatnya adalah meluruskan dan merapatkan shof dalam sholat berjama’ah. Barangsiapa yang melaksanakan syari'at, petunjuk dan aturan-aturannya dalam meluruskan dan merapatkan shof, sungguh dia telah menunjukkan ittiba' nya dan kecintaannya kepada Rosululloh صلى الله عليه وسلم . Adapun hadits-hadits yang memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shof, di antaranya sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada para shohabahnya رضي الله عنهم : Artinya: "Apakah kalian tidak berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat di sisi Robb mereka ?" Maka kami berkata: "Wahai صلى الله عليه وسلم , bagaimana berbarisnya malaikat di sisi Rabb mereka ?" Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab : "Mereka menyempurnakan shof-shof atau barisan-barisan, yang pertama kemudian [shof atau barisan] yang berikutnya, dan mereka merapatkan barisan". Hadits riwayat Al-Imam Muslim, An Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah.

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari An Nu'man bin Basyir, Beliau رضي الله عنه berkata: “Dahulu Rosululloh صلى الله عليه وسلم meluruskan shof kami sampai seperti meluruskan anak panah hingga beliau صلى الله عليه وسلم memandang kami telah paham apa yang beliau perintahkan kepada kami (yakni sampai shof kami telah rapi), kemudian suatu hari beliau صلى الله عليه وسلم keluar (untuk sholat) kemudian beliau صلى الله عليه وسلم berdiri, hingga ketika beliau صلى الله عليه وسلم akan bertakbir, beliau صلى الله عليه وسلم melihat seseorang yang membusungkan dadanya, maka beliau صلى الله عليه وسلم bersabda: "Wahai para hamba Alloh, sungguh kalian benar-benar meluruskan shof atau Alloh akan memperselisihkan wajah-wajah kalian".


Sedangkan hadits yang diriwayatkan dari Anas
رضي الله عنه . Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda: artinya: "Tegakkan [luruskan dan rapatkan] shof-shof kalian, karena sesungguhnya aku melihat kalian dari balik punggungku". Hadits riwayat Al-Imam Al-Bukhori dan Muslim],


Dalam riwayat Al-Imam Al-Bukhori, Anas رضي الله عنه berkata: "Dan salah satu dari kami menempelkan bahunya pada bahu temannya dan kakinya pada kaki temannya".

Sedangkan pada riwayat Abu Ya'la, berkata Anas رضي الله عنه : "Dan jika engkau melakukan yang demikian itu pada hari ini, sungguh engkau akan melihat salah satu dari mereka seolah-olah seperti keledai liar, yaitu dia akan lari darimu. "

Saudaraku hadaaniyallou wa iyyaakum. Dari hadits-hadits tadi, menunjukkan betapa pentingnya meluruskan dan merapatkan shof atau barisan pada waktu sholat berjama’ah, karena hal tersebut termasuk kesempurnaan sholat. Sebagaimana sabda Rosululloh صلى الله عليه وسلم : "Luruskan shof-shof kalian, karena lurusnya shof termasuk kesempurnaan sholat ". Bahkan ada sebagian ulama yang mewajibkan hal itu, sebagaimana perkataan Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله تعالى dalam mengomentari sabda nabi صلى الله عليه وسلم : '…. atau Alloh akan memperselisihkan wajah-wajah kalian', "Sesungguhnya ancaman semacam ini tidak dikatakan di dalam perkara yang tidak diwajibkan, sebagaimana tidak samar lagi. Akan tetapi sungguh amat sangat disayangkan, sunnah meluruskan dan merapatkan shof ini telah diremehkan, bahkan dilupakan kecuali oleh segelintir kaum muslimin.

Berkata Asy-Syaikh Masyhur Hasan Salman: "Apabila jama’ah sholat tidak melaksanakan sebagaimana yang dilakukan oleh Anas dan An Nu'man, maka akan selalu ada celah dan ketidaksempurnaan dalam shof. Dan pada kenyataannya -kebanyakan- para jamaah sholat apabila mereka merapatkan shof maka akan luaslah shof [yakni menampung banyak jamaah] khususnya shof pertama kemudian yang kedua dan yang ketiga. Apabila mereka tidak melakukannya, maka:

Pertama: Mereka terjerumus dalam larangan syar'i, yaitu tidak meluruskan dan merapatkan shof.

Kedua: Mereka meninggalkan celah untuk syaithon dan Alloh سبحانه وتعالى akan memutuskan mereka, sebagaimana hadits dari Umar bin Al Khoththob bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tegakkan shof-shof kalian dan rapatkan bahu-bahu kalian dan tutuplah celah-celah dan jangan kalian tinggalkan celah untuk syaithan, barangsiapa yang menyambung shof niscaya Alloh akan menyambungnya dan barangsiapa memutus shof niscaya Alloh akan memutuskannya". Hadits riwayat Al-Imam Abu Dawud dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim.

Ketiga: Terjadi perselisihan dalam hati mereka dan timbul banyak pertentangan di antara mereka. Sebagaimana dalam hadits An Nu'man terdapat faedah yang menjadi terkenal dalam ilmu jiwa, yaitu: sesungguhnya rusaknya zhohir mempengaruhi rusaknya batin dan kebalikannya. Disamping itu bahwa sunnah atau aturan meluruskan dan merapatkan shof menunjukkan rasa persaudaraan dan saling tolong-menolong, sehingga bahu si miskin menempel dengan bahu si kaya dan kaki orang lemah merapat dengan kaki orang kuat. Semuanya dalam satu barisan seperti bangunan yang kuat, saling menopang satu sama lainnya.

Keempat: Mereka kehilangan pahala yang besar yang dikhabarkan dalam hadits-hadits yang shohih, di antaranya sabda Nabi صلى الله عليه وسلم : Artinya: "Sesungguhnya Alloh dan para malaikatnya bersholawat kepada orang yang menyambung shof". Hadits riwayat Al-Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Ibnu Khuzaimah.

Dan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم yang shohih:

"Barangsiapa menyambung shof niscaya Alloh akan menyambungnya". Hadits riwayat Al-Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah.

Dan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم yang lain:

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling lembut bahunya (yakni mau untuk ditempeli bahu saudaranya) ketika sholat , dan tidak ada langkah yang lebih besar pahalanya daripada langkah yang dilakukan seseorang menuju celah pada shof dan menutupinya". Hadits riwayat Al-Imam Ath-Thobroni, Al Bazzar dan Ibnu Hiban.


Saudaraku yang budiman. Adapun Keutamaan shof pertama bagi laki-laki adalah:

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sebaik-baik shof laki-laki adalah yang paling depan, dan sejelek-jelek shof laki-laki adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shof perempuan adalah yang paling belakang, dan sejelek-jelek shof perempuan ialah yang paling depan”. (Hadits riwayat Al-Imam Muslim.

Nah saudaraku, kalaulah manusia mengetahui apa yang terdapat di adzan dan shof pertama (dari besarnya pahala) kemudian mereka tidak mendapatkan kecuali dengan diundi, maka pastilah mereka telah mengadakan undian, dan kalaulah mereka mengetahui apa yang terdapat di sikap selalu di depan, pastilah mereka telah mendahuluinya, dan kalaulah mereka mereka mengetahui apa yang terdapat di sholat ‘isya dan sholat subuh (dari keuntungan) maka pastilah mereka mendatangi keduanya walaupun dengan merayap.

Kemudian mengenai Keutamaan mendapat takbiratul ihram bersama imam adalah sebagaimana sabda Rosululloh صلى الله عليه وسلم : “Barangsiapa talah melakukan sholat karena Alloh selama 40 hari berjama’ah, ia mendapatkan takbir pertama, maka dicatatlah baginya dua kebebasan, kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari kemunafikan. hadits riwayat Al-Imam At-Tirmidzi dari Anas رضي الله عنه , dan dihasankan oleh Syeikh Al Albani.

Demikian saudaraku, pembelajaran kita kali ini mengenai meluruskan dan merapatkan shof atau barisan dalam sholat. والله ولي التوفيق . نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَرْزُقَنَاوَإِيَّاكُمْ الْعِلْمَ النَّافِعَ وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar