Rabu, 05 Agustus 2009

Amalan Di Bulan Rojab

Pendengar rohimaniyallohu wa iyyakum. Dalam rubrik fiqhi rinkas kali ini, kita akan mempelajari bersama tentang dalil yang menjelaskan keutamaan bulan Rojab.

Pendengar yang budiman, dalam menjalankan ibadah kepada Alloh تعالى , seorang muslim dituntut untuk tidak lepas dari dua konsekwensi dari dua kalimat syahadat, an laa Ilaaha Illalloh wa anna Muhammdan Rosululloh. Oleh karena itu, seseorang wajib mengetahui syarat-syarat diterimanya ‘ibadah oleh Alloh سبحانه وتعالى . Jika tidak, maka ibadahnya sia-sia, bahkan akan menjerumuskan pelakunya kepada yang siksa yang pedih lagi mengerikan. Nah pendengar, adapun syarat diterimanya ‘ibadah oleh Alloh عزوجل ada dua, yaitu yang pertama, ikhlas semata-mata mengharapkan keridhoan Alloh تعالى . dan yang kedua adalah, dalam mengamalkan ibadah harus mengikuti contoh atau teladan Rosululloh صلى الله عليه وسلم . Apabila seseorang beribadah hanya dilandasi dengan ikhlsh saja, dan tidak disertai dengan mengikuti praktek Nabi صلى الله عليه وسلم , maka ibadahnya tertolak. Berdasarkan riwayat Al-Imam Muslim, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barangsiapa melakukan suatu amal perbuatan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak”.

Demikian juga apabila seseorang beribadah hanya dilandasi dengan mengikuti contoh Rosululloh صلى الله عليه وسلم , dan tidak dilandasi ikhlash karena Alloh تعالى , maka ia telah berbut syirik.

Pendengar yang budiman. Jauhnya sebagian umat Islam dari ajaran agamanya mengakibatkan mereka tak mampu membedakan antara ajaran agama atau bukan. Sesuatu yang merupakan ajaran agama terkadang dipandang bukan ajaran agama. Sebaliknya, sesuatu yang bukan ajaran agama justru dipandang sebagai ajaran agama.

Di sinilah peran ilmu syar'i sangat penting dan menentukan, sehingga seseorang tak salah dalam mengklasifikasikan suatu persoalan, ushuliyah kah (pokok, prinsip) atau tergolong masalah furu'iyah (cabang) yang di dalamnya terbuka pintu ijtihad dan perbedaan pendapat.

Di sisi lain, ada beberapa persoalan yang termasuk diada-adakan dalam Islam yang seharusnya ditinggalkan, tetapi diamalkan oleh sebagian besar umat Islam . Dalam hal ini ada dua kemungkinan, yaitu: Pertama, mereka melakukan amalan tersebut karena tidak tahu bahwa hal itu tidak ada contoh dan tuntunannya dari Nabi صلى الله عليه وسلم , sehingga menganggapnya sebagai ajaran agama.

Kedua, mengetahui bahwa hal itu sebagai perbuatan yang tidak ada dasar dan dalilnya, tetapi dengan berbagai alasan dan pembenaran yang dipaksakan, mereka melakukan perbuatan tersebut, sehingga semakin memantapkan orang-orang awam bahwa hal itu merupakan ajaran agama yang harus diamalkan.

Di antara persoalan yang termasuk tidak ada contoh dan tuntunannya dari Nabi صلى الله عليه وسلم , tetapi sebagian umat Islam melakukannya adalah memilih bulan Rojab untuk melakukan ibadah-ibadah khusus, misalnya puasa sebulan penuh atau sebagiannya, dan meyakininya memiliki keutamaan yang besar.

Pendengar yang budiman, bulan Rojab termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu: Muharram, Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah, Muharrom dan Rojab. Dalam bulan-bulan tersebut, Alloh سبحانه وتعالى melarang peperangan. Alloh تعالى berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan harom. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa. (QS At-Taubah: 36)

Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi'i رحمه الله تعالى , Imam An-Nawawi رحمه الله تعالى berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rojab, "Tidak ada keterangan yang tsabit atau kokoh tentang puasa sunnah Rojab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan.

Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Romadhon). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan, bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم mensunnahkan berpuasa di bulan-bulan harom, sedang bulan Rojab termasuk salah satunya. Adapun tentang keutamaan bulan Rojab, bahwasanya dasarnya sangat lemah, bahkan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rosululloh صلى الله عليه وسلم . Akan tetapi sebagian orang Islam berpendapat bahwa bulan Rojab memiliki berbagai keutamaan, sehingga dianjurkan melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut.

Berikut ini, beberapa contoh amalan-amalan yang dipercaya sebagian umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rojab, padahal tidak ada dalil yang shohih yang menjelaskan tetangnya.

1. Mengadakan sholat khusus pada malam pertama bulan Rojab.

2. Mengadakan sholat khusus pada malam Jum'at minggu pertama bulan.

3. Sholat khusus pada malam Nisfu Rojab (pertengahan atau tanggal 15 Rojab ).

4. Sholat khusus pada malam 27 Rojab (malam Isra' dan Mi'raj).

5. Puasa khusus pada tanggal 1 Rojab.

6. Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rojab.

7. Puasa khusus pada hari Nisfu Rojab.

8. Puasa khusus pada tanggal 27 Rojab.

9. Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rojab.

10. Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rojab.

11. Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rojab.

12. Umroh khusus di bulan Rojab.

13. Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rojab.

Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena tidak satu pun amalan-amalan tadi, yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang Shohih.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه , dijelaskan bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم apabila memasuki bulan Rojab beliau senantiasa berdo’a:

Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Romadhon

(Yaa Alloh, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rojab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR Ahmad dan Bazzar). Namun, hadits ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rojab, tidak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah atau dalil. Misalnya hadits yang bunyinya:

رَجَبْ شَهْرُ اللهِ , وَشَعْبَانْ شَهْرِيْ, وَرَمَضَانْ شَهْرُ أُمَّتِىْ

Artinya: “Rojab adalah bulan Alloh, Sya’ban bulan Saya (Rosulullah صلى الله عليه وسلم ), sedangkan Romadhon bulan umat Saya.

Hadits ini oleh para ahli hadits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar.

Ibnu Hajar Al-Asqolani رحمه الله تعالى secara khusus telah menulis masalah kedho'ifan dan kemaudhu'an atau kepalsuan hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rojab .

Demikianlah kebersamaan kita kali ini. والله ولي التوفيق

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar