Rabu, 05 Agustus 2009

‘Aqidah Islamiyah


Pendengar yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum. Di kesempatan yang berbahagia kali ini, kembali kita berjumpa dalam rubrik percikan iman. Kali ini kita akan mempelajari bersama tentang ‘aqidah Islam.

Pendengar, Alloh سبحانه وتعالى menciptakan manusia dengan selengkap-lengkapnya dibanding dengan makhluk lainnya. Kemudian Alloh تعالى membimbing mereka dengan mengutus para Rosul-Nya. Yang mana jumlah Nabi yang diutus Alloh سبحانه وتعالى adalah sebanyak seratus dua puluh empat ribu, sedangkan jumlah para Rosul sebanyak 313. Semua nabi dan rosul tersebut, diutus dengan membawa agama Islam, bukan yahudi, nashroni atau yang lainnya. Dan yang pertama kali mereka seru kepada kaumnya adalah Tauhid, yakni peribadatan hanya kepada Alloh تعالى semata, dan menjauhi thogut. , Mari kita simak firman Alloh سبحانه وتعالى :

ôs)s9ur $uZ÷Wyèt/ Îû Èe@à2 7p¨Bé& »wqߧ Âcr& (#rßç6ôã$# ©!$# (#qç7Ï^tGô_$#ur |Nqäó»©Ü9$#

Artinya “Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thoghut itu... (Surat An-Nahl ayat 36)

Nah pendengar, Adapun orang yang menerima dan mematuhi aturan hukum yang dibawa nabi atau rosul, maka ia adalah orang yang beriman. Sedangkan orang yang menolak dan membangkang bahkan keluar mencari aturan hukum selain yang dibawa oleh nabi dan rosul, maka ia adalah kafir. Serta orang yang ragu-ragu, maka ia disebut munafik yang merupakan bagian dari kekafiran. Oleh karena itu, ketika Muhammad صلى الله عليه وسلم diutus sebagai nabi dan rosul terakhir, maka siapa saja yang menjunjung tinggi dan mematuhi aturan hukum beliau صلى الله عليه وسلم , dia disebut mu’min. Sebaliknya, bagi yang tidak taat kepada beliau صلى الله عليه وسلم dan berma’siyat kepadanya, maka dia adalah kafir, yang mempeoleh siksa yang pedih lagi mengerikan. Nah pendengar, hanya orang yang mengikuti aturan hukum Alloh تعالى dan rosul-Nya, yang akan memperoleh ketentraman dan kedamaian hidup, di dunia dan di akhirat.

Pendengar yang budiman hadaaniyallohu wa iyyakum. ‘Aqidah secara bahasa memiliki arti sesuatu yang mengikat. Sedangkan ‘aqidah menurut istilah syara' (agama) yaitu keimanan kepada Alloh عزوجل , Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Para Rasul-Nya, Hari Akherat, dan keimanan kepada takdir Alloh تعالى baik dan buruknya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الأخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

Artinya, "Iman adalah hendaknya engkau beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari Kemudian, dan beriman kepada qodar (takdir), yang baik maupun yang buruk”.

Pendengar yang budiman, sesungguhnya agama Islam terdiri dari dua bagian, yaitu ‘akidah dan syari’ah. ‘Akidah adalah setiap perkara yang dibenarkan oleh qolbu, dan tidak ada keraguan atau kebimbangan di dalamnya. Bagian ini disebut pokok atau asas. Adapun yang dimaksud dengan syari’ah adalah tugas-tugas pekerjaan yang dibebankan oleh Islam, seperti sholat, zakat, puasa, berbakti kepada orang tua, dan lain sebagainya. Dan bagian ini disebut dengan cabang. Nah pendengar, nilai amal perbuatan, baik buruknya, atau diterima atau tidaknya, bergantung yang pertama pokok atau asas. Oleh karena itu, syarat diterimanya ibadah, ada dua macam, yakni: pertama : Ikhlas karena Alloh تعالى yaitu berdasarkan aqidah islamiyah yang benar. dan syarat yang kedua, yaitu mengerjakan ibadah sesuai dengan petunjuk atau contoh Rosululloh صلى الله عليه وسلم . Pendengar, kedua syarat ini adalah perealisasian dari dua kalimat syahadat: “Asyhadu an laa Ilaaha Illalloh dan asyhadu anna Muhammadan Rosululloh. Amal yang demikianlah yang disebut dengan amal sholeh. Pendengar yang budiamn, inilah makna yang terkandung dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi 110:

`yJsù tb%x. (#qã_ötƒ uä!$s)Ï9 ¾ÏmÎn/u ö@yJ÷èuù=sù WxuKtã $[sÎ=»|¹ Ÿwur õ8ÎŽô³ç ÍoyŠ$t7ÏèÎ/ ÿ¾ÏmÎn/u #Jtnr&

Yang artinya : "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Robb-nya”.

Pendengar yang budiman. Selanjutnya adalah kita akan mempelajari bersama mengenai urgensi atau pentingnya ‘aqidah Islamiyah. Pendengar, pentingnya akidah Islamiah tampak dalam banyak hal, di antaranya adalah:

Yang pertama. Bahwasanya kebutuhan kita terhadap ‘akidah adalah di atas segala kebutuhan dan kepentingan. Sebab, tidak ada kebahagiaan, kenikmatan, dan kegembiraan bagi hati, melainkan hanya dengan beribadah kepada Allaht عزوجل Robb segala sesuatu.

Kemudian yang kedua. Bahwasanya akidah Islamiah adalah kewajiban yang paling besar dan yang paling ditekankan. Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

أمرت أن أقابل الناس حَتَّى يشهدوا أَنْ لاإِله إِلاالله وأنَّ محمَّدًارسول الله

Artinya, "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia, sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang hak disembah, kecuali Alloh, dan bahwa Muhammad adalah rosul Alloh”. Hadits riwayat Al-Imam Al-Bukhori dan Muslim

Selanjutnya urgensi ‘aqidah yang ketiga. Bahwasanya ‘akidah Islamiah adalah satu-satunya ‘akidah yang bisa mewujudkan keamanan dan kedamaian, kebahagiaan dan kegembiraan. Dalam surat Al-Baqoroh: 112, Alloh سبحانه وتعالى

4n?t/ ô`tB zNn=ór& ¼çmygô_ur ¬! uqèdur Ö`Å¡øtèC ÿ¼ã&s#sù ¼çnãô_r& yYÏã ¾ÏmÎn/u Ÿwur ì$öqyz öNÎgøŠn=tæ Ÿwur öNèd tbqçRtøts

Artinya, “(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Alloh, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Robb-nya, dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Hanya ‘akidah Islamiyah, satu-satunya ‘akidah yang bisa mewujudkan kecukupan dan kesejahteraan serta kesentosaan.

öqs9ur ¨br& Ÿ@÷dr& #tà)ø9$# (#qãZtB#uä (#öqs)¨?$#ur $uZóstGxÿs9 NÍköŽn=tã ;M»x.tt/ z`ÏiB Ïä!$yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur `Å3»s9ur (#qç/¤x. Mßg»tRõs{r'sù $yJÎ/ (#qçR$Ÿ2 tbqç7Å¡õ3tƒ

Yang artinya, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”. (Surat Al-A'roof ayat 96).

Yang keempat. Sesungguhnya ‘akidah Islamiyah adalah sebab, sehingga bisa berkuasa di muka bumi dan sebab bagi berdirinya daulah Islamiyah. Mari kita simak firman Alloh تعالى dalam surat Al-Anbiya’ ayat 105:

ôs)s9ur $oYö;tFŸ2 Îû Íqç/¨9$# .`ÏB Ï÷èt/ ̍ø.Ïe%!$# žcr& uÚöF{$# $ygèO̍tƒ yÏŠ$t6Ïã šcqßsÎ=»¢Á9$#

Artinya. "Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang sholeh”.

Pendengar yang budiman, demikianlah tentang aqidah dan urgensinya. Semoga Allos senantiasa memudahkan kita untuk memahami diin ini. والله ولي التوفيق

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar