Jumat, 07 Agustus 2009

Golongan yang Dinaungi Alloh تعالى


Saudaraku yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum. Dalam rubrik percikan iman kali ini kita akan mempelajari bersama mengenai golongan yang dinaungi Alloh تعالى .

Saudaraku yang budiman. Naungan atau perlindungan senantiasa didambakan seorang hamba, baik naumgan di dunia, lebih-lebih di hari akhir nanti. Sungguh bahagia dan senagnya seseorang yang medapatkan perlidungan di hari tidak ada perlindungan melainkan perlindungan Alloh تعالى . Oleh karena itu di kesempatan ini, kita mempelajari beberapa golongan yang akan dinaungi Alloh سبحانه وتعالى , sebagaimana yang dikabarkan Rosululloh صلى الله عليه وسلم kepada umatnya. Dan kabar yang dari beliau صلى الله عليه وسلم wajib kita benarkan dan yakin tanpa ada keraguan.

Saudaraku yang budiman, Mari kita simak Hadits Rosululloh صلى الله عليه وسلم :

سبعةٌ يُظلُّهم الله فيْ ظِلِّهِ يوم لاظلَّ إلاظلُّهُ : إمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نشأ في عِبَادَةِ اللهِ تَعَالَى ورجلٌ قلْبُهُ معلَّقٌ بِاْلمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تحابَّا في الله اجتمعا عليه تفرَّقا عَلَيْهِ وَرَجلٌ دَعَتْهُ امرأةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إنِّي أخاف الله ورجلٌ تصدَّقَ بصدقةٍ فأخْفاها حتَّى لاتعلمَ شماله ماتنفق يمينه ورجلٌ ذكرالله خاليا ففاضتْ عيْناهُ . Artinya. "Tujuh orang yang akan dilindungi Alloh dalam naungan-Nya yaitu: Pertama. Imam (pemimpin) yang adil. Kedua. Pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah, Ketiga. Orang yang hatinya selalu terikat pada masjid, Keempat, Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Alloh dan berpisah karena Allah pula. Kelima. Seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata 'Aku takut kepada Alloh'. Keenam. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya. dan Ketujuh, seorang yang berdzikir atau mengingat Alloh sendirian dalam kesunyian lalu kedua matanya berlinag airmata”. Hadits riwayat Al-Imam Al-Bukhory dan Muslim dari Abu Huroiroh رضي الله عنه .

Berikut ini, kita akan mempelajari secara rinci.

Pertama. Imam (pemimpin) yang adil. Dalam aturan hukum Islam, seorang imam, pemimpin atau pengurus haruslah berlaku adil, karena segala hal yang menjadi tanggungjawabnya akan dipertanyakan kembali di akhirat nanti. Maka bergembiralah bagi pemimpin yang dapat berlaku adil, karena akan mendapatkan naungan di sisi Alloh تعالى di akhirat. Pemimpin yang dimaksud tidak hanya pemimpin sebuah negara ataupun penguasa suatu tempat, namun termasuk pula seorang suami yang memimpin isteri dan anak-anaknya dalam sebuah keluarga. Saudaraku, adapun yang dimaksud denagan adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Kemuan kedua. Pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Alloh عزوجل . Alloh تعالى juga menjanjikan naungan atau lindungan di akhirat kepada pemuda yang senantiasa hidup dalam ibadah kepada Alloh صلى الله عليه وسلم . Ibadah yang dilakukan tersebut dilakukan semata-mata karena Alloah سبحانه وتعالى .

Golongan yang ketiga. Orang yang hatinya selalu terikat pada masjid. Masjid adalah rumah Alloh عزوجل . Naungan Alloh سبحانه وتعالى akan selalu ada di akhirat nanti bagi orang yang senantiasa rindu untuk beribadah di masjid dan merasa betah berada di dalamnya. Setiap waktu, ia selalu menunggu-nunggu tiba saatnya untuk datang ke masjid untuk sholat wajib maupun sunnah, sholat berjamaah, mengaji, mendengarkan ceramah, dan sebagainya.

Yang keempat. Dua orang yang saling mencintai karena Allah سبحانه وتعالى . Mereka berkumpul karena Alloh عزوجل dan berpisah karena Alloh تعالى pula. Saudaraku, Dua orang yang saling mencintai karena Alloh تعالى , niscaya akan mendapatkan lindungan dari Alloh عزوجل di akhirat nanti, dan Alloh تعالى akan mengizinkan kedua orang tersebut untuk masuk ke dalam syurga-Nya.

Dalam riwayat Al-Imam Muslim , hadits dari Abu Huroiroh, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Sesungguhnya kelak di hari kiamat, Alloh akan berfirman, "Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku".

Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda: "Ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di dalam perjalanannya Alloh سبحانه وتعالى mengutus seorang malaikat untuk mengawasinya. Ketika lelaki itu sampai padanya, malaikat itu berkata, "Kemanakah engkau akan pergi?' Lelaki itu menjawab, 'Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini’. Malaikat itu bertanya lagi, 'Apakah engkau punya kepentingan dari keni’matan di desa ini?' Lelaki itu menjawab, 'Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Alloh’. Kemudian malaikat itu berkata, 'Sesungguhnya aku adalah utusan Allah SWT yang diutus kepadamu, bahwa Allah juga mencintaimu sebagaimana kamu mencintai-Nya”.

Selanjutnya yang kelima. Orang yang memperoleh naungan Alloh تعالى di hari qiyamat adalah seorang lelaki yang dirayu atau dibujuk oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan, tetapi ia (lelaki tersebut) menolaknya seraya berkata 'Aku takut kepada Allaoh'. Nah saudaraku, hal tersebut merupakan salah satu ujian bagi seorang laki-laki, dimana wanita adalah ujian yang sungguh berat bagi kaum laki-laki. Nmaun, laki-laki yang beriman pada Alloh تعالى takut kepada Alloh عزوجل dan takut kepada siksa api neraka, sehingga laki-laki ini sentiasa mendapat perlindungan dari-Nya.

Golongan yang keenam. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Alloh عزوجل akan memberikan perlindungan bagi orang yang suka memberi sedekah dengan ikhlas dan tidak mengharapkan balasan selain ridho Allah swt semata. Dalam bersedekah, ia tidak membesar-besarkannya, sebaliknya ia akan melakukannya secara tersembunyi dan tidak ingin diketahui orang lain.

Dan golongan yang ketujuh, adalah seorang yang mengingat Alloh سبحانه وتعالى sendirian dalam kesunyian lalu kedua matanya berlinang airmata. Berdzikir aetau mengingat Alloh تعالى dengan hati yang tulus, ridho, dan ikhlas, dengan perasaan takut kepada Alloh hingga meneteskan airmata, sebagai tanda kecintaan kepada Allah عزوجل , menyadari kebesaran Alloh عزوجل .


Saudaraku yang budiman. Sungguh beruntungnya orang yang mendapat naungan Alloh تعالى . Semoga kita bisa menjadi salah satu golongan yang mendapatkan perlindungan Allah swt di akhirat nanti.
والله ولي التوفيق

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar