Sabtu, 08 Agustus 2009

SEBUAH RENUNGAN ILMU

بسم الله الرحمن الرحيم


Saudaraku yang budiman dimana saja anda berada, kembali kita berjumpa dalam rubrik Percikan Iman, dan di kesempatan kali ini kita akan menjelaskan tentang sebuah renungan dalam ilmu. Saudaraku, Ilmu merupakan lawan daripada kebodohan, yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan pengetahuan yang pasti, sehingga tidak sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Sebagaimana Alloh ‘azza wa Jalla berfirman:

ö@è% ö@yd ÈqtGó¡o tûïÏ%©!$# tbqçHs>ôètƒ tûïÏ%©!$#ur Ÿw tbqßJn=ôètƒ 3

Katakanlah: “…Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" …”. (Az-Zumar: 9)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan , bahwa ilmu merupakan warisan para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham namun mereka hanya mewariskan ilmu. Oleh karena itu Siapa saja yang memiliki ilmu maka dia telah memperoleh warisan para nabi tersbut. Di dalam ayat-ayat Al Qur’an dan Al Hadits, Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya memuji ilmu dan pemiliknya, serta memotivasi hamba-hamba-Nya untuk membekali diri dengan ilmu. Nah saudaraku yang budiman, ilmu yang bagaimanakah yang bermanfaat, yang mendapatkan pujian dari Alloh Ta’ala bagi pemiiliknya? Agar lebih jelas kita akan menyimak firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala berikut:

Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz

Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Alloh Maha mengetahui apa yang kamu amalkan (kerjakan). (Al-Mujadalah : 11)

Saudaraku yang budiman , dimana saja anda berada , dalam ayat tersebut terdapat tiga kata kunci yaitu: pertama,iman . Yang kedua ilmu dan ketiga yakni amal perbuatan. Ketiganya menjadi satu rangkaian yang sistematik, dan saling terkait antara satu dengan yang lain dalam kehidupan setiap umat Islam. Lebih mementingkan yang satu dan meniadakan atau meremehkan yang lain akan menyebabkan ketimpangan . Keimanan yang tidak didasari dengan ilmu maka akan berakibat kesalahan dan kesesatan yang sangat vatal. Kemudian ilmu tanpa keimanan, akan menuai kehancuran jiwa. dan amal perbuatan yang tidak dilandasi ilmu dan iman, niscaya akan mendapatkan kesesatan yang nyata.

Ketiga kata kunci tersebut sangat sesuai dengan konsep pendidikan. Bahwa: Ilmu pengetahuan merupakan aspek pengetahuan fakta, iman berkaitan erat dengan hati dan perasaan seseorang , sedangkan amal perbuatan merupakan tindakan atas ilmu pengetahuan dan iman.

Saudaraku yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum, Yang sangat memprihatinkan bagi kita zaman sekarang, adalah pengembangan pendidikan modern pada disiplin ilmu dengan spesialisasinya. Hal ini berakibat hilangnya keterpaduan atau keterkaitan antar disiplin ilmu, dan melahirkan pemisahan ilmu pengetahuan . Yaitu pengelompokan ilmu-ilmu agama di satu pihak dan ilmu-ilmu umum dipihak lain . Ilmu-ilmu agama disikapi dan diperlakukan sebagai ilmu Alloh Ta’ala yang bersifat wajib untuk dipelajari . Sedangkan ilmu umum (baik ilmu alam maupun sosial) dianggap sebagai ilmu manusia yang tidak wajib untuk dipelajari .

Sehingga yang terjadi adalah ilmu-ilmu agama menjadi tidak menarik, karena tidak dapat digunakan dalam kehidupan nyata, sementara ilmu umum semakin berkembang serta begitu diminati tanpa adanya makna dan sentuhan ruhani. Oleh karena itu pemisahan seperti ini merupakan suatu kesalahan. Karena semua ilmu datangnya dari Alloh Ta’ala.

Bila hal ini yang terjadi , yakni penguasaan terhadap salah satu ilmu saja maka tidak akan sanggup untuk menyelesaikan persoalan-persoalan manusia . Setiap ilmu membutuhkan ilmu-ilmu yang lain. Kemajuan tidak akan terwujud tanpa adanya perkembangan ilmu pengetahuan , namun perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai tidak akan bermanfaat tanpa sentuhan ruhani dan etika. Hal inilah yang sedang terjadi saat ini, yaitu mengalami kemunduran akiat dari perkembangan pengetahuan. Dan di sisi lain, keterpurukan dan kesesatan menimpa tatanan kehidupan orang-orang sekarang, walaupun mereka sedang berkembang dan maju. Hal yang demikian disebabkan tidak adanya keimanan dan amal sholeh pada diri mereka. Saudaraku, bila kita lihat lebih dalam, umat Islam sebenarnya telah diporak-porandakan dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu tersebut , dan yang terjadi adalah masih terbuainya kita dengan keadaan seperti ini .

Pada dasarnya Islam tidak mengenal pemisahan atau dikotomi antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu alam dan kemasyarakatan. Ilmu-ilmu tersebut dapat dikatakan sebagai ilmu-ilmu ke-Islaman ketika sesuai dengan nilai-nilai Islam . Jika kita melihat kembali pada sejarah kejayaan Islam , bidang-bidang keilmuan tersebut sesungguhnya pernah dikaji dan dikembangkan oleh para ilmuwan muslim pada era klasik dan pertengahan, meskipun kemudian kurang mendapatkan perhatian oleh generasi berikutnya . Oleh karena itu pemisahan antara kedua aspek ilmu tersebut mengakibatkan rendahnya bahkan hilangnya mutu pendidikan dan kemunduran dunia Islam pada umumnya .

Umat Islam bisa kembali pada keagungan dan kejayaan , kembali dalam barisan depan dalam memimpin dunia , jika kita mau memahami hakekat kehidupan dalam Islam serta mengupayakan keterpaduan atau keterkaitan antara ilmu agama dan umum.

Islam selalu menyeru untuk mencari dan menggali ilmu . Islam juga sangat menghargai para ‘ulama dan ilmuwan .

Pendegar yang budiman, berikut ini akan kita bahas beberapa hal yang harus dimiliki seorang pencari ilmu, agar ilmu yang kita peroleh, menjadi bermanfaat dan bisa meraih derajat yang mulia di sisi Alloh Ta’ala, baik ilmu agama maupun ilmu agama.

Pertama, kita wajib mengikhlaskan niat karena Alloh Ta’ala. Berdasarkan sabda Rosululloh shllallohu ‘alaihi wa sallam

من تعلم علما يبتغي به وجه الله عزوجل لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة

“Siapa saja yang mencari mencari ilmu yang seharusnya ditujukan kepada wajah Alloh ‘Azza wa Jalla, lalu dia mempelajari untuk mencari keunntungan dunia, maka dia tidak akan mencium harumnya surga. (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Al Hakim, dan Ibnu Abi Syaibah)

Selanjutnya yang kedua, mencari ilmu untuk membela aturan dan hukum Alloh Ta’ala.

Dan yang ketiga. menuntut ilmu untuk berda’wah atau mengajak orang kepada ajaran atau hukum Alloh “Azza wa Jalla.

Saudaraku, seorang muslim yang mengharapkan kemuliaan di dunia dan kedudukan yang mulia di akhiirat , maka dia wajib berjuang untuk membela hukum Alloh Ta’ala, dan dia juga harus berda’wah mengajak manusia agar mau menjunjung tinggi dan mematuhi aturan Alloh Ta’ala dan mentaati ketetapan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallm. Perjuagan dan menyeru kepada jalan Alloh tidak bisa terwujud dengan baik dan benar kecuali didasari dengan ilmu. Hanya dengan ilmu kita bisa meraih kemuliaan dunia dan brgitu juga kebahagiaan akhirat yang kekal bisa diperoleh jika dengan ilmu.

Pndengar yang budiman hadaaniiyallohu wa iyyakum, demikianlah pembahasan kita mengenai renungan ilmu.

والله أعلم

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar