Kamis, 06 Agustus 2009

AKAL dan KEDUDUKANNYA


Al-Hamdulillahi nahmaduhu hamdan katsiiron thoyyiban mubakan fiihi// Ensiklopedi kjali ini kita akan membahas mengenai akal/

Akal berasal dari kata: عَقَلَ – يَعْقِلُ –عَقْلا yang asalnya berma’na “mencegah”// Akal juga memiliki arti yang lain/ di antaranya: mencegah/ melarang/ tebusan//

Sedangkan menurut istilah/ penggunaan akal mempunyai empat ma’na:

Yang pertama: الْغَرِيْزَةُ الْمُدْرَكَةْ / insting atau naluri yang mampu merasa// Yaitu naluri yang dimiliki manusia untuk mengetahui dan memikirkan sesuatu// Sama seperti kekuatan melihat pada mata dan kekuatan merasa pada lidah// Akal adalah obyek taklif (pembebanan ibadah) yang dapat membedakan manusia dengan hewan//

Ma’na yang kedua: الْعُلُوْمُ الضَّرُوْرِيَّةْ/ ilmu-ilmu pasti atau eksakta// Yaitu ilmu yang diketahui oleh seluruh orang berakal/ seperti pengetahuan tentang hal yang mungkin/ yang wajib dan lain-lain//

Ketiga: الْعُلُوْمُ النَّظَرِيَةْ / ilmu-ilmu teoritis/ yang diperoleh melalui penalaran dan pencarian data//

Dan ma’na akal yang kempat: Yaitu Kerja-kerja yang berdasarkan ilmu//

Pengertian akal tadi dapat dirangkum dalam dua ma’na:

Yang pertama: Aksioma-aksioma rasional dan pengetahan-pengetahuan dasar yang ada pada setiap manusia// Dan yang kedua: Kesiapan bawaan yang bersifat insting atau naluri dan kemampuan yang matang//

Akal adalah insting yang diciptakan Alloh سبحانه وتعالى kemudian diberi muatan kepemikiran yang berguna bagi kehidupan manusi yang telah dimuliakan Alloh عزوجل // Alloh تعالى berfirman:

ôs)s9ur $oYøB§x. ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä öNßg»oYù=uHxqur Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur Nßg»oYø%yuur šÆÏiB ÏM»t7ÍhŠ©Ü9$# óOßg»uZù=žÒsùur 4n?tã 9ŽÏVŸ2 ô`£JÏiB $oYø)n=yz WxŠÅÒøÿs? ÇÐÉÈ

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam/ Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862]// Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan// (Surat Al-Isro’ ayat 70)

Karena itu tempat akal terletak dalam hati yang merupakan pusat penilaian bagi Alloh تعالى terhadap setiap gerak dan aktivitas manusia// Dalam surat Al-A’roof ayat 179/ Alloh عزوجل berfirman:

öNçlm; Ò>qè=è% žw šcqßgs)øÿtƒ $pkÍ5

“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”//

Selanjutnya kita berbicara tentang kedudukan akal dalam syari’at Islam

Syari’at Islam memberikan nilai dan urgensi yagn amat tinggi terhadap akal manusia// Hal ini dapat dilihat pada beberapa point:

Pertama: Alloh سبحانه وتعالى hanya menyampaikan kalam-Nya kepada orang-orang yang berakal/ karena hanya mereka yang dapat memahami agama dan syari’at-Nya// Alloh عزوجل berfirman:

3tø.ÏŒur Í<'rT{ É=»t7ø9F{$#

“…dan merupakan peringatan atau pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai memiliki akal// (Surat Shood ayat 43)

Kedua: Akal merupakan syarat yang harus ada diri manusia untuk dapat menerima taklif (beban kewajiban) dari Alloh تعالى // Hukum-hukum syari’at tidak berlaku bagi orang yang tidak dapat menerima taklif (beban kewajiban)// Dan di antara yang tidak menerima taklif ((beban syari’at) itu adalah orang gila karena mereka kehilangan akal// Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاثٍ وَمِنْهَا : الْجُنُوْنُ حَتَّى

Yang artinya: “Pena (catatan pahala dan dosa) diangkat (atau dibebaskan) dari tiga golongan/ di antaranya: orang gila sampai dia kembali semuh (ya’ni berakal)”// (Hadits riwayat Al-Imam Ahmad)//

Ketiga: Alloh سبحانه وتعالى mencela orng yang tidak memggunakan akalnya// Misalnya celaan Alloh عزوجل terhadap penghuni neraka yang tidak menggunakan akalnya//

(#qä9$s%ur öqs9 $¨Zä. ßìyJó¡nS ÷rr& ã@É)÷ètR $tB $¨Zä. þÎû É=»ptõ¾r& ÎŽÏè¡¡9$#

“Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala"// (Surat Al-Mulk ayat 10)//

Dan Alloh عزوجل pun mencela orang-orang yang tidak mengikuti aturan dan hukum Nabi-Nya// Dalam surat Al-Baqoroh ayat 170/ Alloh عزوجل menegaskan:

öqs9urr& šc%x. öNèdät!$t/#uä Ÿw šcqè=É)÷ètƒ $\«øx© Ÿwur tbrßtGôgtƒ

"(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?"//

Kedudukan akal yang keempat: Penyebutan begitu banyak proses dan aktivitas kepemikiran dalam Al-Qur’an/ seperti: لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ (mudah-mudahan kalian berfikir)/ أَفَلاتَعْقِلُوْنَ (apakah kalian tidak berakal)/

أَفَلايَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْءَانَ (apakah mereka tidak mentadabburi atau merenungi isi kandungan Al-Qur’an)//

Kedudukan akal yang kelima: Al-Qur’an banyak menggunakan penalaran logika rasional// Sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat-ayat:

Ÿxsùr& tbr㍭/ytFtƒ tb#uäöà)ø9$# 4 öqs9ur tb%x. ô`ÏB ÏZÏã ÎŽöxî «!$# (#rßy`uqs9 ÏmŠÏù $Zÿ»n=ÏF÷z$# #ZŽÏWŸ2

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Alloh/ tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya// Surat AniNisa’ ayat 82//

öqs9 tb%x. !$yJÍkŽÏù îpolÎ;#uä žwÎ) ª!$# $s?y|¡xÿs9 4 z`»ysö6Ý¡sù «!$# Éb>u ĸöyèø9$# $£Jtã tbqàÿÅÁtƒ

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Alloh/ tentulah keduanya itu telah rusak binasa//. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan// Surat Al-Anbiya’ ayat 22//

Dalam surat Ath-Thur ayat 35/ Alloh عزوجل berfirman:

÷Pr& (#qà)Î=äz ô`ÏB ÎŽöxî >äóÓx« ÷Pr& ãNèd šcqà)Î=»yø9$#

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?//

Dan kedudukan akal dalamsyari’at Islam yang keenam: Islam mencela taqlid (mengikuti membabi buta) yang membatasi dan melumpuhkan fungsi kerja akal//

#sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% ãNßgs9 (#qãèÎ7®?$# !$tB tAtRr& ª!$# (#qä9$s% ö@t/ ßìÎ6®KtR !$tB $uZøxÿø9r& Ïmøn=tã !$tRuä!$t/#uä 3 öqs9urr& šc%x. öNèdät!$t/#uä Ÿw šcqè=É)÷ètƒ $\«øx© Ÿwur tbrßtGôgtƒ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Alloh”// Mereka menjawab:: "(Tidak), tetapi kami Hanya mengikuti apa yang Telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga)/ walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun/ dan tidak mendapat petunjuk?”// Surat Al-Baqoroh ayat 170//

Islam memuji orang-orang yang menggunakan akal nya dalam memahami dan mengikuti kebenaran// Alloh عزوجل berfirman/ yang artinya: “Dan orang-orang yang menjauhi thoghut (yaitu) tidak menyembah- nya dan kembali kepada Alloh/ bagi mereka berita gembira// Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku/ yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya// Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Alloh petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal// Surat Az-Zumar ayat 17-18//

Demikianlah mengenai akal dan kedudukannya//

اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا

Buku Al-Hidayah LESAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar