Jumat, 07 Agustus 2009

Al-Wala Dalam Islam


Saudaraku yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum dimana saja anda berada, kembali kita berjumpa dalam rubrik Percikan Iman, dan di kesempatan yang berbahagia ini kita akan membicarakan tentang suatu hal yang wajib kita ketahui, yaitu tentang loyalitas dalam Islam atau juga disebut dengan (Al-Wala’).

Saudaraku yang budiman, sesungguhnya pokok agama Islam, adalah kalimat tauhid Laa ilaha illallah, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Alloh عزوجل . Dengan mengucapkan dan mengamalkan kalimat tauhid inilah dibedakan muslim dan kafir, dipaparkan keindahan surga dan panasnya neraka. Dan tidaklah tauhid seseorang menjadi baik dan benar hingga ia mencintai karena Alloh تعالى dan membenci karena Alloh عزوجل , memberi karena Alloh dan tidak memberi karena Alloh. Inilah yang disebut al wala’ wal baro’.

Nah saudaraku, Secara bahasa itu memiliki beberapa makna , antara lain yang pertama ‘mencintai’ , ‘menolong’ , ‘mengikuti’ dan ‘mendekat kepada sesuatu’ . Mari kita simak firman Alloh سبحانه وتعالى

$uK¯RÎ) ãNä3ŠÏ9ur ª!$# ¼ã&è!qßuur tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä tûïÏ%©!$# tbqßJÉ)ムno4qn=¢Á9$# tbqè?÷sãƒur no4qx.¨9$# öNèdur tbqãèÏ.ºu

Yang artinya, “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”. (Al-Maidah: 55). Di dalam surat Ali ‘Imron: 28, Alloh berfirman:

žw ÉÏ­Gtƒ tbqãZÏB÷sßJø9$# tûï͍Ïÿ»s3ø9$# uä!$uŠÏ9÷rr& `ÏB Èbrߊ tûüÏZÏB÷sßJø9$# ( `tBur ö@yèøÿtƒ šÏ9ºsŒ }§øŠn=sù šÆÏB «!$# Îû >äóÓx« HwÎ) br& (#qà)­Gs? óOßg÷ZÏB Zp9s)è?

Terjemahannya, “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali Karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka”. Demikianjuga dalam ayat lain Alloh عزوجل berfirman:

ª!$# Í<ur šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Oßgã_̍÷ムz`ÏiB ÏM»yJè=à9$# n<Î) ÍqY9$# ( šúïÏ%©!$#ur (#ÿrãxÿx. ãNèdät!$uŠÏ9÷rr& ßNqäó»©Ü9$# NßgtRqã_̍÷ムšÆÏiB ÍqY9$# n<Î) ÏM»yJè=à9$# 3 šÍ´¯»s9'ré& Ü=»ysô¹r& Í$¨Y9$# ( öNèd $pkŽÏù šcrà$Î#»yz

“Alloh Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman) . Dan orang-orang yang kafir , pelindung-pelindungnya ialah setan , yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran) . Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (Al-Baqarah: 257).

Saudaraku yang budiman hadaaniyallohu wa iyyakum. Dalam istilah syariat , al-Wala’ bermakna penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang disukai dan diridhoi Alloh تعالى, baik berupa keyakinan, perkataan , maupun perbuatan.

Al-wala’ juga mempunyai arti, hanya dekat, men-cintai dan membela Alloh وتعالى, agama-Nya, Rosululloh صلى الله عليه وسلم dan kaum mukminin. Alloh عزوجل berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menjadikan tandingan-tan-dingan bagi Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Ada pun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zholim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Alloh semua-nya, dan bahwa Alloh amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal)”. (QS. al-Baqarah (2): 165). Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ أَحَبَّ فِي اللهِ وَأَبْغَضَ فِي اللهِ وَأَعْطَى للهِ وَمَنَعَ للهِ فَقَدْ إِسْتَكْمَلَ الإيْمَانَ

Yang artinyaBarangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Alloh dan tidak memberi karena Allah, maka dia telah menyempurna-kan imannya”. (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dan Ahmad)

Al-Wala’ kepada Alloh عزوجل dan Rosululloh صلى الله عليه وسلم dan agama-Nya adalah al-wala’ yang mutlak.

Saudaraku yang budiman, al-Wala’ termasuk prinsip utama yang selalu dipegang teguh oleh para nabi dan orang-orang sholeh sebelum kita. Mari kita simak firman Alloh سبحانه وتعالى :

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Yang artintya, “Sesungguhnya telah ada untuk kalian tauladan yang baik pada Ibrahim dan pada orang-orang yang besertanya, tatkala mereka berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa-apa yang kalian sembah selain Alloh, serta mengingkari apa-apa yang ada pada kalian. Dan telah tumbuh antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman hanya kepada Alloh saja…”. (QS. al-Mumtahanah: 4)

Saudaraku yang budiman rohimaaniyallohu wa iyyakum. Ciri utama orang Mukmin yang ber-wala’ kepada Allah SWT adalah mencintai apa yang dicintai Alloh تعالى dan membenci apa yang dibenci Allah . Kemudian saudaraku yang budiman kita harus tau seberapa jauhkah kedudukan Aqidah Wala?

‘Akidah al-wala’ ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam keseluruhan muatan Islam . Di antaranya:

Pertama , al-wala’ merupakan bagian penting dari makna syahadat. Oleh karena al-wala’ dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Merubah status orang tersebut dari status mu`min menjadi kafir.

Kemudian yang Kedua , ia merupakan bagian dari ikatan iman yang kuat . Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Alloh.” (HR Ahmad)

Selanjutnya yang ketiga , al wala’ merupakan sebab utama yang menjadikan hati bisa merasakan manisnya iman. Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيْمَانِ: مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ

Ada tiga hal yang apabila seseorang mendapatkan dalam dirinya , niscaya ia akan merasakan manisnya iman. Yaitu hendaklah Alloh dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada dirinya sendiri. Hendaklah ia tidak mencintai seseorang kecuali karena Alloh…”. (Muttafaqun ‘Alaih)

Yang keempat, al-wala’ia adalah tali hubungan, di mana masyarakat Islam dibangun di atasnya .

$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ)

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara…. (Al-Hujurot: 10)

Dan yang kelima , yakni pahala yang sangat besar bagi orang yang mencintai karena Allah . Rosululloh صلى الله عليه bersabda ,

Yang artinya, “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Alloh , di mana pada hari itu tiada naungan kecuali naungan-Nya . (Di antara mereka) adalah dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Alloh , mereka berkumpul dan berpisah karena Alloh .” (HR Muslim).

Demikianlah kebersamaan kita kali ini. Semoga Alloh تعالى memberikan kemudahan kepada kita untuk memahami diin ini. والله ولي التوفيق

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar